Translate

Jumat, 25 April 2014

Contoh laporan Prakerin/PKL/PSG untuk SMK


BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar belakang Praktek Kerja Industri (Prakerin)
         
Untuk mencapai tujuan Nasional, pemerintah telah melaksanakan pembangunan ke segala bidang, baik di pusat maupun di daerah. Untuk mendukung program pembangunan ini, dibutuhkan peranan bidang pendidikan untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia yang  kompeten dan memiliki daya saing (Competitive Capacity) yang tinggi.
Berkaitan dengan usaha peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui bidang pendidikan, Menteri Pendidikan Nasional pernah melakukan kebijakan yang dikenal dengan istilah “Link and Match” yaitu program yang dimaksudkan untuk memberikan bekal bagi para peserta didik untuk mengenal praktek kerja di perusahaan secara lebih dini. Program ini untuk tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dikenal dengan nama Praktek Kerja Industri (Prakerin), sedangkan untuk pendidikan tinggi dikenal dengan Co-operative Academic Education atau program Co-op.
Bagi Sekolah Menengah Kejuruan, khususnya dibidang Teknik Kendaraan Ringan, adanya program Prakerin ini adalah untuk menyelaraskan pendidikan teori di sekolah dengan praktek kerja yang nyata di perusahaan. Hal ini dapat dikatakan sebagai suatu bentuk penyelanggaraan pendidikan keahlian profesi yang sistematis disesuaikan dengan kebutuhan kerja diperusahaan.Untuk saat ini hanya beberapa siswa/siswi yang mengikuti praktek kerja industri di perusahaan yang sesuai dengan program keahliannya.
Sistem ini mulai pada tahun 1994 yang dilakukan secara bertahap oleh kedua belah pihak, baik dari pihak pendidikan maupun industri. Untuk menunjang terlaksananya pembangunan dikedua bidang tersebut, maka sangat dibutuhkan tenaga kerja menengah yang terampil dan siap pakai untuk pembangunan yang sukses disemua bidang yang dampaknya akan menciptakan ke stabilan nasional. A
1.2     Tujuan Praktek Kerja Industri (Prakerin)
Untuk memenuhi syarat dalam mengikuti Ujian Nasional (UN), siswa di wajibkan menyusun laporan praktek kerja industry ( prakerin) bukti bahwa siswa telah menjalankan praktek kerja industry (prakerin) instansi yang bersangkutan.
Praktek Kerja industri ( Prakerin ) dilaksanakan penulis dengan maksud dan tujuan sebagai berikut:
1.    Memperoleh pendidikan untuk menjadi tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional.
2.    Mengetahui perbedaan antara lingkungan Dunia Usaha / Dunia Industri dengan lingkungan Sekolah
3.    Memberikan gambaran bagi penulis mengenai bagaimana cara bekerja yang baik dan benar, sesuai dengan pendidikan yang didapat si dunia pendidikan atau disekolah.

 

 

1.3     Tujuan Penulisan Laporan Praktek Kerja Industri (Prakerin)

Tujuan pembuatan laporan antara lain:
1.      Sebagai bukti telah melaksanakan Prakerin.
2.      Sebagai laporan dari hasil Praktek Kerja Industri ( Prakerin ) yang telah dilaksanakan secara tertulis.
3.      Sebagai pedoman untuk pembuatan karya tulis selanjutnya.
4.      Mengumpulkan data, guna kepentingan sekolah dan khususnya penulis sendiri dan juga untuk menunjang peningkatan pengetahuan siswa tingkat selanjutnya.
1.4    (Sejarah Singkat Perusahaan anda)
                  (isi)
1.5    Pokok Permasalahan (berupa pertanayaan yang akan di bahas nanti pada bab 2
contoh ;
1.      Apa yang di maksud Striping?
2.      Bagaimana cara memasang striping?
3.      Apa fungsi Striping pada kendaraan?
4.      Bagaimana cara memasang handle?
1.6    Sistematika Laporan
Penulis menggunakan sistematika dalam pembahasan tulis dengan susunan yang terdiri dari 5 (lima) Bab yaitu :
q    Halaman Judul
q    Lembar Pengesahan dari Kepala Sekolah
q    Lembar Pengesahan dari perusahaan/instansi
q    Kata Pengantar
q    Daftar Isi
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Apa yang dimaksud striping?
Striping decal custom atau striping design adalah sebuah Stiker atau striping yang yang telah tercetak diatas suatu pola yang pola sebelumnya telah di edit sesuai dengan permintaan anda, atau secara umumnya pola atau gambar sesuai dengan selera anda. Kata Decal berasal dari bahasa perancis, decalquer, dan diciptakan oleh Simon François Ravenet sekitar tahun 1750. Mania ditambahkan selama menggila stiker dari 1800-an. Bahannya sendiri terdiri dari berbagai macam, diantaranya adalah bahan Scotlet, Bahan ini umum digunakan dalam pembuatan stiker karena kualitasnya yang bagus dan tahan terhadap cuaca, baik panas maupun terkena air.
2.2   Bagaimana cara memasang striping?
Langkah pertama yang harus kita siapkan adalah sebagai berikut :
1. Siapkan Shampo motor merk apa saja, kemudian dicampur dengan air (jangan terlalu encer) agar bagian permukaan body motor yang akan di tempel striping menjadi licin dan lebih mudah di tata dengan menggunakan semprotan spray.
2. Setelah semua bagian body motor telah di semprot dengan shampo motor, kemudian lepaskan bagian striping dari bagian kertas dasarnya, tetapi sebelum melepasnya ada baiknya disemprotkan juga dengan vairan shampo, ini bertujuan agar bagian striping yang akan di tempel tidak lengket ditangan dan mudah diatur.
3. Setelah striping lepas dari kertas dasarnya, kemudian tempelkan pada bagian body motor yang sudah disesuaikan penempatannya. bagian ini merupakan bagian yang penuh ketelitian, karena jika tidak pas dalam penempatan striping dengan body maka hasilnya akan jelek. Oleh karena itu dengan menggunakan shampo kita dapat mengatur tata letak dengan sedemikian rupa.
4. Setelah penempatan striping dirasa sudah pas atau sesuai, langkah selanjutnya adalah mengurut bagian striping dengan menggunakan alat pembersih kaca (yang biasa digunakan untuk memasang kaca film mobil) atau juga dengan cara manual menggunakan tangan.
5. Urut bagian striker dengan perlahan tapi pasti, ini bertujuan untuk mengeluarkan cairan shampo yang berada dibalik striping yang terpasang di body. Urut sampai rekat dan menempel stripingnya pada body.
6. Langkah ini merupakan langkah finishing, yaitu pengeringan dengan menggunakan Hair Dryer. Dengan tujuan agar striping menjadi rekat dan sisa sisa cairan dibalik striping hilang, sehingga nanti hasilnya tidak ada gelembung gelembung, sehingga striping yang terpasang menjadi rata dan rapih (Ingat!!!! saat mengeringkan dengan Hair Dryer jangan terlalu lama memanaskan di satu bagian titik saja, ini di khawatirkan akan membuat striping meleleh dan warna atau tulisan pada striping khawatir menjadi luntur).
2.3. Apa fungsi striping?
Fungsi striping adalah sebagai berikut :
1.         Memperindah tampilan kendaraan.
2.         Memberikan visual yang menarik.
2.4.Bagaimana cara memasang handle?
Cara memasang handle mobil yang benar adalah sebagai berikut :
* Pastikan bidang permukaan yang mau ditempel bersih, kering, bebas dari semua minyak, debu dan suhu permukaan harus hangat minimal 10 derajat celcius
* Membersihkan permukaan dengan air bersih kemudian dikeringakn, jika berminyak dapat menggunakan alkohol
* menentukan lokasi pemasangan
* Melepaskan film dari double tape, sesuaikan  dengan hati-hati posisi pemasangan dan kemudian tekan dengan kuat untuk memperoleh tempelan yang kuat.
Lengkapi juga variasi mobil lainnya seperti tape mobil yang hadir dalam double din serta mempunyai fitur TV tunner, GPS dan ouput yang lebih besar, headrest monitor yang menambah kesan mewah pada mobil Anda serta membuat mobil Anda menjadi tempat yang lebih fun, alarm mobil yang meningkatkan keamanan mobil Anda.
BAB III
PENUTUP
3.1.Kesimpulan
                           
                            Setelah penulis melaksanakan Praktek Kerja Industri ( Prakerin ) secara langsung di PT. (nama PT anda), selama melaksanakan praktek penulis dapat mengambil kesimpulan, yaitu :
1.    Striping sangat berguna untuk menghias body pada kendaraan. Karena bisa memperindah tampilan kendaraan.
2.    Memasang striping haruslah jeli, jika tidak hai-hati, stiker striping akan menggelembung atau bergelombang. Maka dari itu kita harus hati-hati dalam memasang striping.
3.    Memasang handle harus memperhatikan kebersihan. Apabila saat kita pasang dalam keadaan kotor atau berdebu, maka body pada mobil akan lecet.
3.2.Saran – Saran
      
          Setelah penulis melaksanakan Praktek Kerja Industri ( Prakerin ) maka penulis mencoba memberikan beberapa saran dengan harapan dapat bermanfaat bagi pihak perusahaan, adapun saran-saran tersebut, yaitu :
1.  Gunakan mesin pada pemasangan striping agar hasil pemasangannya bagus dan tidak bergelombang.
2.  Sediakan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) jika karyawan atau peserta prakerin mengalami kecelakaan saat mengerjakan pemasangan handle.
3.  Sediakan alat-alat pembersih untuk pemasangan handle.
Demikian kesimpulan, kesan dan saran-saran dari penulis. Semoga kita semua dapat mengambil sikap positif atas pendapat dari penulis. Mohon maaf apabila terdapat kesalahan dari penulis yang kurang berkenan dihati Bapak/Ibu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar