Seperti perempuan, para pria pun mengalami perubahan kondisi dan
fungsi seksual. Mengabaikan asupan makanan dan gaya hidup di usia muda,
bisa berakibat terganggunya kondisi kesehatan dan seksual di usia senja.
Apa saja yang harus diperhatikan?
USIA 20-an
Kondisi umum : Usia 20-an adalah puncak kondisi
kesehatan seseorang. Pada usia ini kondisi tubuh sedang fit. Kondisi
tanpa masalah itu kerap membuat para pria lupa mengatur makanannya, dan
lupa istirahat. Apalagi jika kuliah atau kerja. Hal ini akan membuatnya
mudah terpapar berbagai macam penyakit, seperti tifus dan diare.
Disarankan pada usia ini para pria selalu memperhatikan makan,
istirahat, dan olahraga. Pilihan olahraga sangat leluasa, karena
berbagai macam kegiatan olahraga bisa dicoba.
Jika terkena penyakit-penyakit ringan, pada usia ini proses
penyembuhannya lebih mudah. Kemungkinan terkena penyakit seperti
hipertensi atau diabetes, kecil. Kecuali jika memiliki riwayat keluarga
menderita penyakit tersebut dan benar-benar tidak bisa menjaga
kesehatan.
Istirahat cukup perlu menjadi perhatian utama, terutama bagi pria yang
tinggal di kota besar. Kecenderungan masyakarat kota, saat akhir pekan,
justru hura-hura dan begadang.
Seks :
Pada usia ini, aktivitas seksual pria bisa dibilang sedang dalam kondisi
fit. Namun, tidak ada jaminan untuk mengatakan pada usia 20-an pria
tidak mengalami penyakit. Beberapa faktor dari luar menimbulkan risiko
pada usia muda mengalami penyakit atau gangguan fisik.
Demikian juga gaya hidup tak sehat, seperti merokok berlebihan, kurang
tidur, dan tidak pernah berolahraga, dapat menimbulkan akibat buruk
secara fisik. Bahkan karena gangguan fisik tertentu, pada usia 20-an
sudah nyata mengalami hambatan dorongan seksual dan gangguan ereksi.
USIA 30-an
Kondisi umum : Usia 30-an adalah usia maintenance,
alias butuh perawatan. Jika tidak memperhatikan makan, misalnya makan
berlebihan, akan mudah sekali jatuh ke obesitas atau kegemukan.
Selain itu, karena kesibukannya, para pria lupa berolahraga. Akibatnya,
kadar kolesterol dan asam urat tinggi. Jadi, memang harus dibiasakan
olahraga, makan teratur, dan istirahat cukup.
Penyakit yang mungkin muncul antara lain tifus dan penyakit akibat
faktor lingkungan seperti demam berdarah. Jika dalam keluarga memiliki
risiko hipertensi atau kencing, manis, maka pria berusia di atas 30-an
bisa terkena penyakit-penyakit itu.
Seks :
Setelah mencapai usia 30 tahun berbagai penurunan mulai terjadi di dalam
tubuh manusia. Berbagai hormon mulai menurun, termasuk hormon yang
berkaitan dengan fungsi seksual, khususnya testosteron. Tetapi pada usia
30-an orang belum merasakan penurunan itu.
Padahal jika dilakukan pemeriksaan darah, sudah tampak mulai terjadi
penurunan, antara lain kadar berbagai hormon, khususnya testosteron.
Sebagian pria 30-an merasakan dorongan seksual tidak sekuat pada usia
20-an. Apalagi jika banyak beban psikis seperti beban kerja dan masalah
lain.
USIA 40-an
Kondisi Umum : Pada usia ini, pria mengalami penurunan
sedikit kemampuan, yaitu tak seenergik pria yang berusia 20 tahun,
misalnya. Jika seumpama seorang pria sejak muda punya kebiasaan kurang
tidur, di usia 40 tahun ia biasanya sudah mengalami kelelahan.
Dalam melakukan olahraga mesti perhatikan beberapa hal, apalagi jika
memiliki hipertensi atau penyakit jantung. Pria yang bertubuh gemuk pada
usia 40 tahun ke atas sebaiknya mengurangi olahraga beban. Karena ada
kemungkinan sudah ada masalah dengan otot atau persendian. Jadi jangan
terlalu memaksakan untuk melakukan suatu kegiatan olahraga yang cukup
berat.
Ada beberapa penyakit yang harus diwaspadai, yaitu penyakit-penyakit
degeneratif (penyakit yang terjadi karena bertambahnya usia).
Penyakit-penyakit ini terjadi terutama karena pola hidup yang kurang
sehat, misalnya tidak memperhatikan makan (kandungan asam urat,
kolesterol, garam). Maka bisa saja di atas 40 tahun akan mengalami
berbagai penyakit, apalagi jika didukung faktor risiko lain seperti
kegemukan.
Beberapa penyakit atau konsekuensi yang mungkin muncul: – Serangan
jantung koroner. Penyebabnya antara lain rokok, hipertensi, kegemukan,
peningkatan kekentalan darah, kencing manis, kurang olah raga, dan stres
yang berat.
- Peningkatan kolesterol. Kolesterol yang berlebihan akan menumpuk di
pembuluh darah terutama di pembuluh darah otak dan jantung koroner. Jika
memiliki faktor lain seperti kegemukan, merokok, dan kencing manis,
risiko terjadinya serangan jantung atau stroke makin meningkat.
- Kadar asam urat tinggi. Mengakibatkan terjadinya peradangan pada sendi
kaki. Sendi membengkak dan menimbulkan nyeri yang hebat. Bisa menumpuk
di ginjal menyebabkan terbentuknya pasir dan batu ginjal.
Seks :
Pada usia 45 tahun ke atas, penurunan fungsi tubuh semakin nyata. Kadar
hormon testosteron semakin menurun, demikian juga hormon yang lain.
Massa otot dan kekuatan otot mulai menurun, lemak tubuh meningkat, dan
berbagai penyakit muncul yang dapat mengganggu fungsi seksual, seperti
diabetes, tekanan darah tinggi, serta kolesterol tinggi.
Faktor psikis juga dapat mengganggu fungsi seksual, misalnya kejenuhan
dengan suasana sehari-hari, hilangnya kemesraan dengan pasangan,
hilangnya daya tarik pasangan, kekecewaan, dan kejengkelan.
Di samping fungsi seksual, kesuburan pria juga menurun. Kuantitas dan
kualitas sel spermatozoa juga menurun. Jadi, tidak benar anggapan yang
menyatakan kesuburan pria tetap tinggi walaupun usia sudah lanjut.
Karena itu dianjurkan pada usia di atas 40 tahun, pria dan perempuan
sebaiknya tidak mempunyai anak lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar